Oleh: Admin | 2 Januari 2012

MEMAKNAI BENCANA DAN “TEORI”NYA

MEMAKNAI BENCANA & “TEORI”NYA
Disarikan dari Pengajian Abah Dr. K.H. Hasiyim Muzadi

Berkenaan dengan teori tentang bencana, saya (abah) sudah mencoba untuk mencari referensi atau maroji’ tentang apa sebenarnya bencana itu?. Dari sekian usaha saya untuk mencari referensi tentang bencana, baik yang bersifat tekhnis maupun non tekhnis, ternyata teori yang paling lengkap tentang bencana itu tertera di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an telah menceritakan jenis-jenis bencana secara rinci. Di dalam catatan saya, ada dua macam bencana:
Pertama: Bencana yang semata-mata ditentukan oleh Allah SWT dan tidak ada kait-mengkait dengan selain-Nya. Jadi, bencana jenis ini merupakan kemutlakan Sunnatullah atau Masyiatullah. Yang dimaksud dengan Sunnatullah adalah hukum Allah SWT yang tidak berubah-ubah, sedangkan Masyi’atullah adalah hukum Allah SWT yang bisa terwujud atau tidak, sesuai dengan kehendak-Nya pada waktu itu. Oleh sebab itu, ketika kita memohon kehendak Allah SWT, kita selalu merangkainya dengan kata-kata Insya Allah yang artinya; “Kalau Allah menghendaki”. Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: Admin | 28 Juni 2011

BAGAIMANA MENGUBAH KEBIASAAN??

BAGAIMANA MERUBAH KEBIASAAN HIDUP??

kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.
Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia. Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | 1 Februari 2011

Sangune Urip (Sebuah Renungan)

MEMAHAMI MAKNA HIDUP & BAGAIMANA MENJALANINYA


________________________________________
• Jawaban yang benar adalah apabila pemahaman anda sudah benar serta sesuai dengan apa yang anda lakukan.
• Pemahaman dan pengertian terhadap makna berlapis-lapis dan bertingkat-tingkat, satu kalimah bila digali dengan tekun dan teliti akan memunculkan pemahaman dan pengertian baru yang semakin dalam.
• Semakin dalam pengertian dan pemahaman anda maka akan semakin dekat dengan mutiara hikmah yang berkilauan yang memancarkan nur dan cahaya yang dapat menerangi perjalanan hidup dengan ridho ilahi untuk mencapai kebahagian abadi.
________________________________________

• Apa makna yang terkandung dalam dua kalimah syahadah:

اشهد ان لا اله الا الله * و اشهد ان محمدا رسول الله

• Apa makna yang terkandung dalam kalimah thoyyibah: لا اله الا الله
• Apa makna dari 12 huruf لا اله الا الله ( ل ا ا ل ه ا ل ا ا ل ل ه )
• Bagaimana aplikasi dan bentuknya dalam hidup kita sehari-hari ?
________________________________________
Contoh jawaban:

Jawaban anak SD ; melafadzkan atau membunyikan lafadz syahadat
Jawaban anak SMP : melafadzkan atau membunyikan lafadz syahadat beserta artinya
Jawaban anak SMA : mampu membaca dengan tepat, memahami arti dan makna-makna yang terkandung di dalam lafadz syahadat
Jawaban mahasiswa: mampu memahami kandungan makna-makna dalam lafadz syahadat serta mampu menghubungkan dengan kenyataan hidup sehari-hari.
Jawaban orang dewasa dan orang tua, (yang disebut tua bukan jumlah angka tahun umur tetapi tingkat kedalaman pengertian dan pemahamannya): perilaku hidupnya merupakan cerminan/refleksi dari pemahaman dan penghayatan serta kesadaran akan makna syahadat. Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | 7 Juli 2010

Menafsirkan “Bismilahirrahmanirrahim”.

TAFSIR BASMALAH

Setelah kita mendapatkan hidayah dari Allah SWT secara lengkap. Baik Hidayah Wijdan atau petunjuk alamiah. Disebut juga dengan Hidayah Fitrah. Kemudian kita mendapatkan Hidayah Khawas (Hidayah Panca Indera), Hidayah Akal dan Hidayah Agama, maka kita harus bersyukur kepada Allah SWT dengan banyak-banyak mengucap takbir kepada-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah : 185 …… ”Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.
Banyak orang yang dilahirkan dengan hidayah yang tidak lengkap. Misalnya; lahir dalam keadaan cacat, kembar siam atau kepalanya ada dua; Ada juga yang lahir dengan khawas (panca indera) yang tidak lengkap, entah pendengarannya ataupun penglihatannya; Ada juga yang lahir dengan akal yang jongkok (idiot) atau akalnya tidak lengkap; Bahkan ada orang yang beragama secara salah. Kalau kita telah mendapatkan keempat hidayah tersebut dengan sempurna, maka kewajiban kita adalah mengagungkan Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya. Baca Lanjutannya…

Aliran Filsafat Ilmu dan Hubungannya dengan Penelitian dalam Manajemen Pendidikan

Oleh: Ali Rif’an

A. Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari sejarah peradaban manusia. Ia merupakan bagian dari epistemologi yang mengkaji hakikat ilmu pengetahuan yang mempunyai cara-cara tertentu. Tidak terkecuali sejarah filsafat ilmu yanng menurut Gie bersifat reflektif. Filsafat itu sendiri telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu di mana akal manusia masih dihadapkan pada ruang dinamika pemikiran yang sederhana dan permasalahan yang tidak begitu komplek seperti saat ini. Sejarah ilmu pengetahuan mencatat bahwa perkembangan awal yang signifikan dalam ilmu pengetahuan dimulai sejak zaman Yunani Kuno (kurang lebih 600 SM). Di mana periode ini ditandai oleh pergeseran gugusan pemikiran (paradigm shift) dari hal-hal yang berbau mistis ke yang logis. Dari kepercayaan mistis yang irrasional terhadap fenomena alam menuju ke arah penjelasan logis yang berdasar pada rasio. Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | 19 April 2010

PEMIKIRAN SURAHWARDI

PEMIKIRAN SUHRAWARDI
(Kajian Tentang Isyraqiyyah Dan Rekonsiliasi Neoplatonisme Sufisme)

Pemikiran-pemikiran filsafat Yunani yang masuk dalam kancah pemikiran islam lewat terjemahan, diakui oleh banyak kalangan telah mendorong perkembangan filsafat islam menjadi makin pesat. Telah menjadi rahasia umum bahwasanya kebudayaan islam telah menembus berbagai macam gelombang di mana ia bergumul dan berinteraksi sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran baru.
Suatu ide dapat dibahas oleh banyak orang dan akan tampil dalam berbagai macam fenomena. Seseorang berhak mengambil sebagian gagasan orang lain tetapi itu semua tidak menghalanginya untuk menampilkan teori atau filsafatnya sendiri.
Suhrawardi mengakui bahwa tujuan dalam filsafatnya adalah untuk menjelaskan pendapat-pendapatnya selaras dengan metode paripatetik konvensional. Paripatetik konvensional disebutnya sebagai metode diskursif yang baik, namun tidak memadai untuk mencapai tujuan pencari tuhan yang ingin tiba pada tingkat pengalaman kebijaksanaan ataupun hikmah, atau bagi yang ingin memadukan metode diskursif dan pengalaman batin sekaligus. Selengkapnya Download di sini

Oleh: Admin | 22 Januari 2010

KONSEP EMANASI AL FARABY

KONSEP EMANASI AL FARABY:  TINJAUAN METAFISIS DAN FILOSOFIS REALITAS WUJUD

A. Pendahuluan
Peradaban Islam dan kebudayaan Yunani merupakan dua hal yang sangat sulit untuk dipisahkan. Pilar-pilar peradaban Islam yang berhasil melahirkan filsuf, dokter, astronom, ahli matematika hingga hukum berkelas dunia tidak bisa dilepaskan begitu saja dari jasa-jasa ilmuan yang berasal dari kebudayaan pra-Islam, seperti kebudayaan Yunani, Persia dan India. Kebudayaan Yunani telah memberikan andil yang sangat besar bagi bangunan peradaban Islam klasik.

Filsafat sebagai khazanah Islam telah membuktikan diri sebagai lokomotif utama bagi gerakan pengetahuan yang kemudian menjadi fondasi bagi peradaban Islam. Keterbukaan umat Islam terhadap khazanah klasik pra-Islam memberikan ruang bagi proses penerjemahan buku-buku berbahasa Yunani, Persia dan India. Proses penerjemahan ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan pengetahuan dalam dunia Islam. Filsafat dalam hal ini menjadi bidang yang cukup digandrungi oleh sebagian intelektual Islam pada masa itu. Baca Lanjutannya…

Oleh: Admin | 19 Januari 2010

Perbaiki Tauhid Melalui Zikir

Perbaikan Tauhid Melalui Dzikir

(Disarikan dari Tausiyah Abah Hasyim Muzadi)


Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan tentang bagaimana cara menjaga dan mengembangkan tauhid atau Wahdaniyyatullah (Ke-esa-an Allah SWT).

Di dalam agama Islam, kata kunci dari tauhid adalah لا إله إلا الله. Formulasi kata-kata kalimat tauhid ini mengandung pengertian dan mengandung pengamalan. Mengenai masalah pengertian, لا إله إلا الله ini artinya; لاَ مَعْبُوْدَ إِلاَّ اللهُ(Tidak ada yang patut dituhankan, kecuali Allah SWT). Kata مَعْبُوْدَ di sini mempunyai dua segi makna; Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: